Pada 17 oktober 2020 telah diselengarakan HICOMERS 2020 dengan tema ‘’ HIMAHI SAMBUT DIPLOMAT MUDA 2020’’ menggunakan virtual meet via Zoom. Mahasiswa baru terlihat antusias  hadir mengikuti event tahunan ini. Event ini diadakan oleh HIMAHI UNAS  untuk menyambut kehadiran mahasiswa mahasiswa hubungan internasional di keluarga besar hubungan internasional.

Dr. Irma Indrayani menyampaikan sambutan

Dalam rangkaian acara yang di gelar, mahasiswa di perkenalkan dengan detail bagaimana mahasiswa hubungan internasional sebenarnya. Acara dibuka oleh ketua prodi Hubungan Internasional Universitas Nasional  ibu Dr. Irma Indrayani,S.IP., M.SI. disambut oleh ketua pelaksana HICOMERS 2020  sdri. Milenia Ferlihanisa serta di susul oleh ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional sdri.Minarti. Tak lupa juga HICOMERS virtual 2020 ini dihadiri oleh jajaran dosen Hubungan Internasional yang turut mengikuti jalan nya acara dari awal hingga akhir.

Pemateri pertama dalam acara ini adalah Fadlan Muzzaki,S.IP.,M.Phil.,LL.M. beliau menyampaikan pengalaman berharga saat menjabat sebagai ketua PPI Indonesia, memberikan tips dan trik saat belajar ke luar negeri, dan bagaimana kita belajar berdiplomat sejak bangku kuliah.

“Ketika kalian menjadi (Mahasiswa/Mahasiswi Hubungan Internasional), yang harus dipahami adalah kita harus menjadi pelayan mayarakat apapun pekerjaannya.” ungkap nya.

Yang terakhir kali Beliau menyampaikan bahwa sebagai Mahasiswa/Mahasiswi Hubungan Internasional harus bisa menjadi Pemuda yang membawa perubahan, tetapi terkhusus untuk Mahasiswa/Mahasiswi Hubungan Internasional kita akan belajar mengenai berbagai sektor dalam kehidupan ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya, politik, hukum, lingkungan, maupun gender .

Bapak Fadlan Muzakki,S.IP., M.Phil. menyampaikan materi

“Kita akan menjadi ahli yang tidak hanya mengetahui satu bidang tetapi banyak bidang-bidang lainnya, itu merupakan sebuah kesempatan kita sebagai Mahasiswa/Mahasiswi Hubungan Internasional untuk bisa menjadi agen perubahan maupun sebagai pemimpin yang membawa perubahan” Imbuh Pak Fadlan.

Tak lupa juga dosen Hubungan Internasional menyampaikan materi yang berkaitan dengan ilmu Hubungan Internasional , materi ini disampaikan oleh Bapak Hendra Maujana Saragih, S.IP.,M.Si. Bahan diskusi yang di angkat adalah kekuatan dan posisi strategis Timur Tengah yang terlemahkan oleh peta politik dunia . Beliau menyampaikan bahwa tidak boleh ada negara islam yang maju untuk memimpin , itu merupakan doktrin utama Barat. Apakah itu merupakan enzim demokrasi internasional antara yahudi dengan komunis atau apakah itu berasal dari Mesir, Libya, Saudi Arabia, Iria, Tunisia, atau Syiria.

Bapak Hendra Maujana Saragih, S.IP., M.Si. menyampaikan materi

Beliau mengatakan bahwa Dunia di desain untuk hal kepentingan “Barat”, apakah itu untuk Eropa, Amerika Serikat maupun China, dan lain sebagainya. Uni Emirat sudah lama menjadi kaki tangan asing, tempat transit paling nyaman untuk misi zionisme internasional. Sementara Qatar merupakan negara yang nyaman untuk Pergerakan tokoh islam, maka Emirat merupakan pusat yahudi dan sekutunya. Sudan dibagi menjadi dua, pertama Sudan untuk islam di bawah kepemimpinan Omar Al Basyir, Sudan Selatan diperuntukkan untuk agama kristen di bawah kepemimpinan presiden Salva Kiir, presiden Islam Sudan telah di “sandera” karena terlibat dengan kasus HAM dan kasus korupsi, Omar Basyir tidak berkutik ketika Sudan diakuisi.

Tidak hanya itu HICOMERS 2020 juga mengadakan sharing session yang bertujuan untuk mengetahui salah satu event terbesar untuk para mahasiswa Hubungan internasional yaitu Model United Nation atau MUN dipandu oleh sdri. Millenia dengan Gabrielle Kezia sebagai pembicara .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *