
JAKARTA – Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (UNAS) menggelar kelas pengganti dengan menghadirkan narasumber dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KJRI) Mumbai, India. Kegiatan yang berlangsung pada Tanggal 27 Januari 2026 ini bertujuan memberikan pemahaman praktis tentang diplomasi Indonesia serta tugas dan peran diplomat di luar negeri kepada mahasiswa.
Dalam kesempatan ini, narasumber utama dari KJRI Mumbai, Bapak Edy Wardoyo, menyampaikan materi dengan tema “Pengalaman Diplomasi Indonesia: Tugas Diplomat di Luar Negeri”. Ia menjelaskan bahwa diplomasi memainkan peran krusial dalam menjaga hubungan antarnegara, yang berdampak pada perkembangan politik, ekonomi, dan budaya global. “Diplomat di berbagai tingkatan memiliki tanggung jawab yang sesuai dengan pangkat dan wewenangnya, mulai dari menangani hubungan bilateral hingga berperan dalam kerjasama multilateral,” ujarnya.
Pak Edy juga membahas bagaimana teori diplomasi seperti Realisme, Liberalisme, dan Konstruktivisme diterapkan dalam praktik lapangan. Beberapa kasus diplomasi Indonesia menjadi fokus pembahasan, termasuk kerja sama dengan Jepang dan China pada periode 1999-2002, kolaborasi dengan Australia dalam berbagai bidang, serta perkembangan hubungan strategis dengan India. “Pada tahun 2025, bergabungnya Indonesia ke BRICS memperkuat posisi kita bersama India sebagai suara utama dari Global South,” tambahnya. Ia juga menyampaikan target perdagangan bilateral Indonesia-India yang diharapkan mencapai US$ 50 milyar pada tahun yang sama, serta kerja sama berkelanjutan di sektor sawit dan diversifikasi rantai pasok digital. Selain itu, narasumber menjelaskan kualitas esensial yang harus dimiliki seorang diplomat, yaitu komunikasi efektif, kemampuan analisis politik, ketahanan mental, pengetahuan budaya, dan fleksibilitas. Langkah untuk menjadi diplomat juga dibahas, termasuk pendidikan formal, magang, penguasaan bahasa asing, membangun jejaring profesional, dan menjaga integritas.

Ketua Program Studi Hubungan Internasional UNAS, Harry Darmawan S.Hum., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada KJRI Mumbai. “Kegiatan ini sangat berharga karena memberikan wawasan nyata tentang dunia diplomasi yang tidak hanya didapat dari buku pelajaran,” katanya. Kedua pihak juga sepakat untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut, seperti kunjungan studi atau webinar bertema diplomasi internasional.
Sesi tanya jawab yang berlangsung aktif menunjukkan antusiasme mahasiswa terhadap materi yang disampaikan. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan tentang tantangan diplomatik di lapangan dan prospek karir di bidang hubungan internasional. Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung kemajuan diplomasi Indonesia ke depannya.