Pada tanggal 27 November 2020 lalu, program studi Hubungan Internasional, Universitas Nasional bekerjasama dengan Universitas Narotama dalam mengadakan kegiatan Seminar nasional yang dilaksanakan melalui Zoom Cloud Meeting dengan mengangkat tema “Strategi Diplomasi Indonesia Melalui Pariwisata Era Teknologi 4.0”. Seminar nasional ini dihadiri oleh pembicara dari Universitas Narotama, Bapak Dr. M. Ikhsan Setiawan, S.T., M.T., serta pembicara dari Universitas Nasional yaitu Bapak Suhanto, M.Si.. Seminar nasional ini bertujuan untuk membicarakan tentang bagaimana pemerintah Indonesia memanfaatkan pariwisata sebagai strategi diplomasi di era teknologi 4.0 ini.

Bapak Dr. M. Ikhsan Setiawan, S.T., M.T

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Dr. M. Ikhsan Setiawan, S.T., M.T. selaku narasumber dari Universitas Narotama. Dalam penyampaiannya, beliau menggambarkan tentang bagaimana potensi-potensi daerah di Indonesia yang apabila dapat terkoneksi dengan baik maka itu akan sangat bermanfaat bagi perkembangan perekonomian daerah, khususnya dalam bidang pariwisata. Menurutnya, dengan adanya konektivitas yang baik maka lokasi wisata akan lebih mudah di akses.

Beliau juga mengambil contoh wisata di daerah jakarta utara dimana industri wisata di daerah tersebut sangat berkembang dan bersumber dari industri wisata karena Jakarta Utara memiliki akses wisata yang baik dimana lokasinya berdekatan dengan bandara Soekarno Hatta.

“Kedepannya kita harapkan pemerintah daerah dan juga ekonomi daerah dapat semakin berkembang dengan adanya fasilitas dan teknologi yang semakin maju sehingga dapat meningkatkan wisata daerah di Indonesia semakin berkembang.” ungkapnya.

Bapak Suhanto, M.Si

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Suhanto, M.Si. selaku narasumber dari Universitas Nasional. Beliau menjelaskan tentang sejarah diplomasi di Indonesia, tahapan-tahapan diplomasi Indonesia, lalu ada beberapa sudut pandang strategi wisata yang dapat dijalankan oleh Indonesia khususnya dimana strategi tersebut dapat dijalankan oleh Negara dengan didukung oleh aktor-aktor Non-Goverment seperti perusahaan-perusahaan nasional, organisasi masyarakat, serta masyarakat iu sendiri.

Beliau melihat bahwa Indonesia harus lebih giat lagi dalam kegiatan diplomasi multilateral, terutama dalam dimensi multitrack diplomacy yang melibatkan para swasta yang bergerak dalam bidang pariwisata untuk ikut mempromosikan pariwisata Indonesia. Strategi yang kedua, swasta juga harus diberdayakan supaya menggantikan peran perusahaan-perusahaan multinasional yang berasal dari Negara maju. Lalu strategi selanjutnya yaitu untuk semakin meningkatkan promosi kuliner-kuliner khas Indonesia kepada wisatawan asing sehingga saat mereka berkunjung ke suatu daerah, mereka akan tertarik untuk mencoba kuliner yang tidak ada di negaranya.

“Namun diantara semua strategi tersebut, yang paling saya tekankan disini dalam strategi yang harus dilakukan dimasa pandemi yaitu meningkatkan digital diplomacy dengan memanfaatkan teknologi, bahwa setelah pandemi ini digital diplomacy harus dijalankan, terutama melalui pemerintah daerah.” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *